Hal-hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Usaha Peternakan - Usaha peternakan adalah salah satu jenis usaha yang saat ini banyak diminati. Usaha peternakan berkembang pesat karena tingginya tingkat permintaan konsumen terhadap produk ternak. Disamping itu karena memang usaha peternakan adalah usaha yang bergerak di sektor penyediaan pangan sehingga tetap dibutuhkan.


Tingginya permintaan terhadap produk peternakan ini sekaligus menyebabkan usaha peternakan adalah salah satu jenis usaha yang persaingannya cukup ketat. Usaha peternakan juga merupakan jenis usaha yang mudah ditiru sehingga tidak jarang peternak yang berusaha masuk ke sektor usaha ini mengalami kesulitan dalam bersaing. Oleh karena itu, sebelum memulai usaha peternakan sebaiknya memperhatikan beberapa faktor berikut:


Melakukan Analisis Pasar


Analisis pasar adalah hal mutlak dilakukan sebelum memulai sebuah usaha, tak terkecuali usaha yang bergerak di sektor peternakan. Analisis pasar bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat permintaan terhadap jenis produk peternakan tertentu, mengetahui tingkat pemenuhan permintaan dari usaha sejenis yang sudah ada, serta untuk memetakan strategi ekspansi pasar yang dapat dilakukan.


Analisis pasar biasanya dilakukan dengan melakukan penelitian mendalam melalui beberapa langkah observasi. Pengumpulan informasi dapat dilakukan terhadap konsumen, pelaku pasar, serta studi literasi terkait peluang usaha tersebut.


Ketika semua informasi telah dikumpulkan, harus dilakukan kajian terhadap peluang dan tantangan terhadap pengembangan usaha peternakan. Adapun alat analisis yang dapat digunakan dapat menggunakan analisis SWOT yaitu sejenis self assessment yang dapat dilakukan terhadap faktor internal dan faktor eksternal yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.


Hasil analisis SWOT dapat digunakan untuk mengetahui strategi yang tepat digunakan dengan kondisi yang ada. Sehingga dengan demikian ketika memulai usaha sudah memiliki strategi dan langkah-langkah yang tepat untuk siap bersaing dengan kondisi pasar yang ada.


Menentukan Jenis Usaha


Setelah melalakukan analisis pasar dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis usaha. Menentukan jenis usaha maksudnya fokus usaha nanti akan menghasilkan produk apa. Misalnya menentukan pilihan untuk usaha peternak ayam, sapi, kambing, dan sebagainya.


Untuk jenis usaha peternakan ayam saja misalnya, peternak harus menentukan apakah ingin fokus pada usaha ayam broiler atau ayam petelur. Tentunya fokus usaha ini ditentukan setelah melakukan kajian terhadap analisis pasar.


Menentukan Lokasi Peternakan


Karena usaha ini bergerak dalam penyediaan produk ternak, maka diperlukan suatu lokasi yang dijadikan sebagai lokasi pemeliharaan ternak. Dalam penentuan lokasi peternakan harus memperhatikan kaidah dampak lingkungan yang ditimbulkan. Oleh karena itu, sebelum memulai usaha peternakan harus melakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).


Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi peternakan adalah letaknya harus jauh dari pemukiman penduduk. Jika tidak, maka akan mendapat penolakan dari masyarakat sekitar karena pemeliharaan ternak dapat menimbulkan bau dan polusi lain yang dapat berdampak buruk terhadap masyarakat sekitar.


Sebaiknya dalam menentukan lokasi peternakan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dinas Peternakan atau instansi terkait agar dalam pengelolaannya tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.


Melakukan Analisa Usaha


Tahap akhir sebelum kita memulai usaha peternakan adalah melakukan analisa usaha. Analisa usaha peternakan diperlukan agar dalam pelaksanaan usaha yang akan kita jalankan terencana dengan baik dan memperoleh keuntungan. Artinya usaha yang akan dilaksanakan harus bisa dipastikan berpotensi mendatangkan keuntungan bukan kerugian.


Analisis usaha yang petama dapat dilakukan dengan menggunakan RC-ratio yaitu analisa yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana usaha layak untuk dilanjutkan. RC-ratio adalah analisa yang membandingkan total penerimaan yang diperoleh dengan total pengeluaran yang digunakan.


RC-ratio memiliki 3 indeks nilai, yaitu 1, >1, dan <1. Usaha yang layak untuk dilakukan adalah usaha yang memiliki nilai RC-ratio >1 (lebih dari 1). Sehingga jika nilai RC-ratio kurang dari 1, maka sebaiknya usaha tidak perlu dilanjutkan karena artinya lebih banyak pengeluaran dari pada penghasilan yang diterima.


Analisa yang kedua yang dapat digunakan adalah analisa Break Event Point (BEP), atau analisa titik impas. Analisa ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana usaha yang dijalankan akan mengalami titik impas. Pembahasan mengenai BEP ini sudah diulas pada artikel sebelumnya.


Analisa usaha yang lain yang dapat digunakan adalah analisa IRR, NPV, dan sebagainya yang dapat dijadikan sebagai dasar perencanaan usaha peternakan. Untuk skala peternakan rakyat, cukup untuk menggunakan dua analisis di atas (RC-ratio dan BEP) untuk memulai usaha.


Demikianlah hal-hal yang harus dilakukan sebelum memulai suatu usaha peternakan agar perencanaan usaha dapat dilakukan dengan baik dan memiliki arah pengembangan yang jelas. Intinya, sebelum memulai usaha peternakan harus memperhatikan beberapa point yang sudah dibahas di atas yaitu analisis pasar, menentukan jenis usaha, menentukan lokasi peternakan, dan melakukan analisa usaha.