4 Keahlian Peternak yang Harus Dimiliki Jika Ingin Sukses - Beternak adalah usaha atau kegiatan dalam memelihara ternak, baik untuk tujuan keuntungan finansial maupun hanya sebagai hobi. Beternak dengan tujuan ekonomi adalah salah satu alternatif usaha yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Karena permintaan terhadap produk ternak cenderung meningkat seiring dengan peningkatan penduduk.


Memulai sebuah usaha peternakan bisa dikatakan gampang-gampang susah. Peternakan adalah jenis usaha yang mudah dilaksanakan meskipun dengan modal yang tidak terlalu besar. Bahkan dengan memanfaatkan halaman sekitar rumah sudah dapat melaksanakan pemeliharaan ternak.


Pemeliharaan ternak dengan tujuan usaha atau bisnis tentunya membutuhkan persiapan yang lebih matang daripada sekedar pemeliharaan ternak biasa untuk menyalurkan hobi. Karena beternak dengan tujuan usaha atau bisnis mengandung resiko yang besar yang harus diperhitungkan untung ruginya.


Oleh karena itu, sebaiknya memperhatikan hal-hal yang harus dilakukan sebelum memulai usaha peternakan. Selain itu, untuk yang ingin terjun ke usaha peternakan setidaknya memiliki keahlian berikut ini:


1. Memiliki Pengetahuan Dasar Peternakan

Pengetahuan dasar tentang peternakan adalah hal dasar yang harus dimiliki oleh peternak jika ingin memulai usaha peternakan. Pengetahuan ini dibutuhkan agar pemeliharaan ternak dapat dilakukan dengan baik dan menghasilkan performa produksi yang maksimal.


Lalu apa saja keahlian dasar peternakan yang harus dimiliki? Berikut uraiannya.


Perkandangan Ternak

Seorang peternak harus memahami sistem perkandangan ternak yang harus digunakan dalam pemeliharaan. Perkandangan erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan ternak karena merupakan dukungan terhadap penyediaan iklim mikro.


Iklim mikro artinya kondisi lingkungan disekitar ternak yang dapat mempengaruhi status fisiologi dan metabolisme ternak. Perkandangan juga berhubungan dengan kepadatan kandang, sirkulasi udara, dan pencahayaan.


Dalam menentukan sistem perkandangan, tentunya disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan dan jenis ternak. Peternakan ayam broiler misalnya, tipe kandang yang digunakan adalah kandang litter dengan sistem panggung dapat menjadi pilihan.


Kandang litter adalah kandang yang alas atau lantainya dilapisi dengan sekam atau serbuk gergaji yang berguna untuk menyimpan panas pada saat awal pertumbuhan. Ketika telah memasuki umur 2 minggu, alas litter dapat dilepas. Bentuk atap kandang didesain menyerupai huruf A sehingga memudahkan sirkulasi udara.


Dalam pemeliharaan ayam ras petelur, tipe kandang litter ini hanya digunakan pada periode starter sampai ayam berumur 8 minggu. Setelah itu, kandang yang digunakan adalah kandang tipe battery dimana ayam ditempatkan pada satu cage atau kotak untuk 4-5 ekor ayam. Setelah memasuki periode Layer, ketika ternak sudah mulai menghasilkan telur, setiap cage battery diisi dengan 1 ekor ternak.


Berbeda lagi dengan ternak sapi, sistem perkandangannya juga disesuaikan dengan jenis dan tujuan pemeliharaan. Peternakan yang bergerak pada usaha penggemukan biasanya menggunakan kandang koloni dimana ternak ditempatkan dalam satu kandang secara bersamaan. Sedangkan pada sapi perah, jenis kandangnya berbeda lagi berdasarkan kegunaannya.


Pada sapi perah, kandang induk dan kandang anak lepas sapih dibedakan. Demikian pula dengan kandang laktasi yang biasanya diatur apakah tipe head to head atau tail to tail.


Sistem perkandangan ini erat kaitannya dengan efektivitas produksi dan yang tidak kalah pentingnya adalah efisiensi modal atau biaya produksi. Oleh karena itu, peternak harus bisa memilih dan menetapkan jenis kandang terbaik yang akan digunakan agar produksi dapat maksimal.


Manajemen Pakan

Peternak harus memiliki kemampuan dalam penyediaan pakan bagi ternak yang dipelihara. Seorang peternak harus mampu menghitung berapa kebutuhan pakan ternak setiap harinya. Karena biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam setiap usaha peternakan.


Sebelum memulai usaha peternakan, peternak sudah harus memiliki analisa kebutuhan pakan yang disesuaikan dengan jumlah dan tingkat produksi. Oleh karena itu peternak harus memiliki kemampuan dalam menghitung formulasi pakan agar usaha peternakan tidak mengalami kerugian.


Pengetahuan terhadap jenis pakan yang bisa digunakan juga penting untuk dimiliki oleh seorang peternak. Karena dalam pemeliharaan adakalanya dapat mensubtitusi jenis bahan pakan tertentu untuk mengurangi biaya produksi dengan tetap mempertahankan performa ternak yang dipelihara.


Pencegahan dan Penanganan Penyakit

Kesehatan ternak adalah faktor penting yang dapat mempengaruhi produksi ternak. Ternak yang sakit produksinya akan menurun sehingga sedapat mungkin peternak harus mampu menyediakan lingkungan yang optimal dan bersih untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak.


Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi atau kebersihan kandang, kualitas pakan yang baik, serta intensitas sinar matahari yang masuk ke kandang. Vaksinasi juga dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan agar ternak terhindar dari serangan penyakit.


Oleh karena itu, peternak harus memiliki pengetahuan tentang riwayat penyakit yang berkembang di daerah peternakan terebut, dan mampu menyusun dan melaksanakan program vaksinasi secara rutin.


Tiga keterampilan dasar ini minimal harus dimiliki oleh seorang peternak jika ingin memulai usaha di sektor peternakan agar dapat menghasilkan keuntungan. Namun akan lebih baik lagi jika peternak menguasai lebih banyak pengetahuan peternakan selain yang diulas di atas.


2. Memiliki Kemampuan Komunikasi yang Baik

Seni komunikasi merupakan keterampilan dasar yang umum harus dimiliki oleh orang yang ingin sukses, termasuk peternak. Peternak dengan kemampuan komunikasi yang baik mendukung terhadap perkembangan usaha.


Kemampuan komunikasi ini dibutuhkan baik dalam strategi pemasaran, maupun strategi ekspansi usaha. Pengelolaan usaha peternakan yang melibatkan tenaga kerja tentunya membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dari managernya yang tidak lain adalah peternak sendiri.


3. Pandai Membaca Peluang

Peternakan adalah sektor usaha yang mudah ditiru oleh orang lain. Kemampuan membaca peluang terhadap jenis produk serta permintaan pasar akan sangat membantu bagi seorang peternak yang bergerak di sektor usaha peternakan.


Seorang peternak dalam membangun dan mempertahankan usahanya harus mampu membaca peluang serta inovatif dalam menghadapi persaingan pasar. Salah satu contoh dalam pengelolaan peternakan yang menyesuaikan dengan peluang pasar adalah dengan melakukan pengaturan waktu panen.


Pada saat-saat tertentu ketika permintaan produk ternak meningkat, seorang peternak harus mampu menyediakan produk pada saat itu. Sehingga dalam hal ini pengaturan waktu panen harus disesuaikan dengan momen ketika permintaan meningkat.


4. Memiliki Semangat Pantang Menyerah

Seorang wirausahawan yang sukses tidak serta merta meraih kesuksesan dalam mengelola usaha tanpa adanya halangan dan rintangan, demikian pula dengan usaha peternakan.


Usaha peternakan sebagaimana usaha pertanian lain, menggunakan makhluk hidup sebagai komoditi utama. Artinya dalam pengelolaan usaha peternakan adalah melakukan manajemen sedemikian rupa sehingga peternak dapat mendapatkan keuntungan dari pemeliharaan ternak.


Selama pemeliharaan ternak tentu risiko serangan penyakit, kematian ternak, serta anjloknya harga jual adalah hal yang tidak dapat dihindari. Peternak harus sepenuhnya menyadari risiko ini sebelum memulai usaha, sehingga sudah dapat melakukan langkah-langkah antisipasi. Adapun jika keadaan tersebut tidak dapat dihindari peternak sudah siap secara mental untuk menerima keadaan.


Disamping itu, persaingan dengan usaha sejenis juga adalah faktor yang harus diperhitungkan. Peternak harus siap secara mental untuk menghadapi persaingan, apalagi ketika usaha sudah semakin berkembang. Intinya adalah peternak harus menyadari sepenuhnya bahwa dalam menjalankan usaha, pasang surut pasti akan selalu ada.


Sebagai kesimpulan, pengetahuan dasar peternakan, kemampuan komunikasi, kemampuan membaca peluang, serta semangat pantang menyerah adalah keahlian yang harus dimiliki peternak jika ingin membangun usaha peternakan. Tentunya masih banyak keahlian lain yang juga turut mempengaruhi kesuksesan dalam beternak diantaranya adalah penguasaan informasi, dan kemampuan penyesuaian dengan perkembangan teknologi.